Anda di sini

Siapa kenal Ken Arok? Seberkas kenangan di Singosari

Advertisement
 

SIAPA yang pernah mendengar nama Ken Arok? Seorang yang dikatakan pernah menjadi perompak, tetapi kemudian menjadi raja.

Ken Arok, ada yang menulisnya Ken Angrok, adalah pengasas Kerajaan Tumapel yang kemudian dikenali dengan nama Singhasari. Beliau menjadi raja pertama bergelar Sri Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi sekitar tahun 1222 hingga 1292  iaitu pada abad ke-13.

Banyak kisah ditulis mengenai Ken Arok. Riwayat hidupnya sejak lahir sentiasa menarik. Menurut cerita, Ken Arok dibuang di sebuah pemakaman oleh ibunya, Ken Ndok yang dilarikan oleh Raja Kediri selepas ayahnya meninggal dunia. Ken Arok kemudian dipelihara oleh seorang pencuri bernama Lembong. 

Beliau membesar sebagai seorang pencuri dan penjudi sehingga kemudian diusir oleh Lembong dan kemudian diasuh pula oleh Bango Samparan, yang menganggapnya sebagai pembawa tuah. Ken Arok kemudian terkenal sebagai seorang perompak dan ditakuti di seluruh kerajaan Kediri. 

 Penulis ketika berkunjung ke Jawa Timur
KENANGAN: Penulis ketika berkunjung ke Jawa Timur

Ken Arok kemudian bertemu Lohgawe seorang brahmana dari India yang datang ke tanah Jawa mencari titisan Wisnu. Lohgawe yakin, Ken Arok lah orang yang dicarinya. Berdasarkan Serat Pararaton, Ken Arok digambarkan sebagai keturunan Dewa Brahma.

 Antara candi kecil yang terdapat di halaman candi Singosari
MENARIK: Antara candi kecil yang terdapat di halaman candi Singosari

Kerajaan Singosari didirikan oleh Ken Arok yang bergelar Sri Rangga Rajasa Bathara Sang Amurwabhhumi dan mencapai kemuncak kejayaan pada zaman pemerintahan Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara.

 Kehidupan yang mengalir di Singosari
MENGALIR: Kehidupan yang mengalir di Singosari

Bagaimanapun, akibat pemberontakan dalam negeri dan tekanan dari luar, Singosari akhirnya mengalami keruntuhan. Kerajaan Singosari terletak di Tumapel sebelah timur  Gunung Kawi, sekarang daerah Singosari. Kerajaan itu adalah penyatuan wilayah Kediri dan Tumapel. Ia  adalah sebahagian sejarah yang penting bagi Kabupaten Malang di Jawa Timur. 

 Kelihatan kereta kuda di sebatang jalan di Singosari
TENANG: Kelihatan kereta kuda di sebatang jalan di Singosari

Itulah yang tergambar dalam kepala ketika berkunjung ke Kota Malang seterusnya ke Singosari beberapa waktu yang lalu.

Ketika berkunjung ke Jawa Timur, saya sempat singgah di Singosari dalam perjalanan ke Surabaya dari Kota Malang. Saya sempat melawat Candi Singosari, peninggalan kerajaan Singosari di Kecamatan Singosari, kira-kira 10km dari kota Malang. 

 Orang ramai memenuhi jalan raya untuk urusan harian
SIBUK: Orang ramai memenuhi jalan raya untuk urusan harian

Menurut Negarakertagama,Candi ini dikatakan sudah berdiri sekitar tahun 1292. Menghadap ke arah barat, candi berukuran 14x14 meter dengan ketinggian 15 meter mempunyai kedudukan yang penting dalam sejarah Kerajaan Singosari.

 Candi Singosari yang dibina pada 1292
CANDI: Candi Singosari yang dibina pada 1292

Melihat candi itu, timbul rasa kagum terhadap kekuatan tenaga, komitmen dan pengabdian orang-orang dahulu terhadap kerajaan mereka.

Betapa tingginya rasa seni mereka dalam mengerjakan sesuatu. Hasil seni ciptaan mereka itu masih boleh disaksikan hingga sekarang walaupun sudah beberapa abad berlalu.

 Candi Singosari yang jadi destinasi wisata di Singosari
BERSEJARAH: Candi Singosari yang jadi destinasi wisata di Singosari

Ketika berkunjung ke Singosari, saya sempat ke Sandiva Cafe, di Jalan Kertanegara Barat No 4, untuk merasai kehebatan makanannya. Saya kurang pasti, bagaimana perkembangan restoran itu sekarang.

Apa yang pasti ketika  singgah ke sana, Sandiva Cafe yang pada awalnya sebuah galeri lukisan. Menyediakan pelbagai menu makanan. Saya sempat juga singgah di pekan Singosari, melihat lihat apa kira-kira ole ole yang boleh dibeli untuk dibawa pulang.

Akhirnya saya membeli buku, sekadar tanda bahawa saya pernah sampai di Singosari yang menyimpan pelbagai kisah sejarah masa silam termasuk mengenai kehebatan dan kegagahan Ken Arok.

 Kawasan Wisata Purbakala Kelurahan Candirenggo
PINTU GERBANG: Kawasan Wisata Purbakala Kelurahan Candirenggo
 Antara hasil tani yang dijual di pinggir jalan
SUMBER EKONOMI: Antara hasil tani yang dijual di pinggir jalan
Advertisement